Masyarakat sedentary

Membaca penulisan seseorang (lebih-lebih lagi bacaan akademik) membantu kita memperoleh idea bagaimana penilaian orang lain terhadap sesuatu budaya. Sebagai contoh apabila membaca buku genre sejarah Islam oleh para penulis Barat mereka menyebut masyarakat Arab pada zaman awal Islam mengamal budaya sedentary. Apakah maksud sedentary?  Sebuah kamus bahasa inggeris memberi makna sedentary sebagai marked by much sitting. Sebuah kamus lain menakrifkan sedentary sebagai characterized by or requiring a sitting posture; accustomed to sit or rest a great deal or to take little exercise. Kamus Dewan menakrifkan perkataan itu sebagai banyak duduk.

Sebagai contoh Mattson dalam sebuah bukunya menulis petikan berikut mengenai budaya orang Arab: For every person in this tribally organized sedentary community, dignity and honor were, to a large extent, commensurate with the status of his or her group

Bahagian depan Masjid Bandar UDA

Ciri-ciri lain yang sering dikaitkan kepada masyarakat Arab ialah nomadic tribes, pastoral, common occurance of raids and inter-tribal. Namun kita harus mengimbangi pandangan tersebut dengan sikap Barat dan para orientalis yang umumnya sering memburuk Islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: